Pengertian Akumulator (Accu) Dan Bagian-bagian serta Cara Kerjanya

Berikut ini merupakan penjelasan tentang salah satu jenis sumber tegangan listrik yaitu akumulator (accu) yang pembahasannya meliputi pengertian akumulator, pengertian accu, pengertian acumulator, cara mengisi akumulator, bagian bagian akumulator, cara kerja akumulator.

Pengertian Akumulator

Akumulator harus diberi muatan listrik terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu dengan cara melewatkan arus listrik melalui akumulator. Akumulator dapat dimuati kembali berulang kali sehingga akumulator tergolong elemen sekunder.

Cara Kerja Akumlator

Akumulator ini terdiri atas dua kumpulan pelat yang dicelupkan ke dalam larutan asam sulfat yang encer. Kedua kumpulan pelat dibuat dari timbal, sedangkan lapisan timbal oksida akan dibentuk pada pelat positif ketika elemen pertama kali dimuati.

Letak pelat positif dan negatif sangat berdekatan, tetapi dicegah untuk tidak saling menyentuh oleh pemisah yang terbuat dari bahan penyekat (isolator).

Ketika akumulator dipakai, kumpulan timbal melepaskan elektron-elektron sehingga pelat positif (timbal dioksida) dan pelat negatif (timbal) keduanya perlahan-lahan berubah menjadi timbal sulfat lama-kelamaan massa jenisnya berkurang dan pada massa jenis tertentu akumulator tidak berfungsi lagi.
Gambar: Akumulator dan bagian-bagiananya

Agar akumulator dapat befungsi kembali, akumulator harus diisi kembali. Untuk itu, kutub (+) akumulator dihubungkan ke kutub (+) baterai pengisi (sumber DC) dan kutub
(-) akumulator dihubungkan ke kutub
(-) baterai pengisi.

Hubungan seperti ini menyebabkan arus elektron baterai pengisi berlawanan dengan arus elektron akumulator sehingga elektron-elektron akumulator ditekan kembali melalui elemen.

Peristiwa ini membalikkan reaksi kimia sehingga pada pelat-pelat kembali terbentuk timbal dan timbal dioksida. Dengan kata lain, selama proses pengisian, pelat positif berubah dari timbal sulfat menjadi timbal dioksida, dan pelat negatif berubah dari timbal sulfat menjadi timbal.

Beda potensial yang dihasilkan sebuah akumulator adalah 2 V. sebuah baterai mobil (sering disebut aki) terdiri atas enam buah akumulator yang disusun seri, sehingga beda potensial total adalah 6 x 2V = 12 V.

Aki mencatu arus untuk menjalankan motor dan komponen-komponen listrik lain sebuah mobil. Aki diisi kembali oleh sebuah dinamo yang dijalankan oleh mesin mobil.

Cara Mengisi Akumulator

Empat hal penting yang perlu diperhatikan selama proses pengisian kembali sebuah aki.
  1. Baterai pengisi (sumber DC) yang digunakan harus memiliki beda potensial yang lebih besar daripada beda potensial aki (12V).
  2. Lebih efektif untuk mengisi dengan arus kecil dalam selang waktu yang lama daripada dengan arus besar dalam selang waktu yang singkat. Rheostat digunakan untuk mengatur nilai arus ini.
  3. Selama proses pengisian, konsentrasi asam sulfat bertambah dan tinggi permukaan cairan turun. Pada ketinggian tertentu, cairan harus ditambah dengan air suling.
  4. Kapasitas aki diukur dalam satuan ampere-jam (ampere-hour disingkat AH). Kapasitas aki 40 AH berarti dapat bekerja selama 40 jam pada arus 1 A atau selama 20 jam pada arus 2A, dan seterusnya, sebelum aki habis perlu diisi kembali.

Massa jenis larutan asam berkurang begitu akumulator melepaskan muatannya, sehingg muatan aki mobil diperiksa dengan cara memeriksa massa jenis larutan asam sulfat encer.

Massa jenis relatif asam sulfat untuk muatan aki penuh kirakira 1,25 dan mendekati 1 untuk muatan aki kosong. Alat yang digunakan untuk memeriksa muatan aki mobil adalah hydrometer.

Pemeriksaan ini perlu dilakukan sebab begitu muatan aki kosong sama sekali (muatannya habis), aki tidak dapat diisi kembali. Ini berarti aki tidak dapat digunakan lagi dan harus diganti dengan aki baru.

Pada pengisian terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia, sedangkan sewaktu aki bekerja (dipakai) terjadi hal sebaliknya, yaitu perubahan energi kimia menjadi energi listrik.

Subscribe to receive free email updates: