Pengertian Satelit, Asteroid, Komet, Meteor dan Meteorid beserta Contohnya

Berikut ini merupakan pembahasan tentang pengertian satelit, pengertian asteroid, pengertian meteor, pengertian meteorit, pengertian meteorid, pengertian komet, contoh satelit, contoh asteroid, contoh meteor, contoh meteorit, contoh meteorid, contoh komet.

Macam-macam Anggota Tata Surya


1. Satelit

Selain planet-planet, yang termasuk anggota tata surya yaitu satelit. Satelit beredar mengelilingi planetnya dan bersama-sama mengelilingi matahari.

Bumi mempunyai sebuah satelit, yaitu bulan. Jupiter mempunyai satelit sebanyak enam belas buah, sedangkan Mars dan Neptunus masing-masing mempunyai dua satelit.

Uranus memiliki lima satelit dan Saturnus memiliki sembilan belas satelit. Pluto mempunyai satu satelit. Planet Merkurius dan Venus tidak memiliki satelit.

2. Asteroid

Asteorid yaitu planet-planet kecil yang mengelilingi matahari. Dapat juga disebut Asteroida atau Planetoida. Kebanyakan planet-planet kecil ini ditemukan di daerah yang terletak antara alur orbit planet Mars dan Jupiter.

Diperkirakan bahwa jumlah Asteroida yang terdapat dalam alur ini sebanyak 40.000 sampai 50.000 buah. Massa total Asteroida 2,4 x 1021sampai 3 x 1021 kg. Jumlah ini mendekati 1/25 kali massa bulan atau 1/2500 kali massa bumi.

3. Komet

Selain planet-planet yang mengelilingi matahari, ada lagi benda langit yang disebut komet. Komet ini merupakan sebuah bintang yang makin hari makin panjang tampaknya dan kemudian menyerupai ekor bintang, sehingga disebut bintang berekor.

Komet ini mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong dilukiskan seperti pada gambar di bawah.
Gambar: Orbit Komet terhadap Matahari

Komet yang melintas dekat matahari dalam setiap abad, diperkirakan sebanyak seribu buah lebih. Dari sekian banyak itu hanya sedikit yang cukup terang, sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

Komet yang paling terkenal adalah Komet Halley yang melintas dekat matahari setiap 76 tahun dan pernah muncul pada tahun 1910 dan 1986. Diameter komet Halley kira-kira 5000 m.

Komet mempunyai kepala dan ekor. Kepala terdiri atas inti dan koma. Inti merupakan pusat yang sangat terang, sedangkan koma merupakan bola gas dan debu yang mengelilingi inti. Ekor merupakan gas bercahaya yang terjadi jika komet lewat dekat matahari.

Sewaktu melewati matahari, panas matahari akan melelehkan es yang terkandung dalam komet. Pelelehan ini melepaskan gas dan debu yang kemudian memantulkan cahaya surya.

Ekor akan membentang lurus jika komet masih agak jauh dari matahari. Semakin dekat ke matahari, maka ekor semakin panjang dan semakin jauh ke matahari, ekor meredup dan kemudian hilang.

Komet mempunyai dua jenis ekor, yaitu:

1. Ekor debu, kira-kira penjangnya 1 juta sampai 10 juta kam,

2. Ekor plasma yang merupakan gas terionisasi dan sangat panas panjangnya mencapai 100 juta kam.

Sebuah ekor komet dapat bervariasi bentuk dan besarnya, tetapi ujungnya selalu menjauhi matahari.

4. Meteorid

Satelit maupun planet-planet tidak ada yang jatuh ke bumi. Tetapi ribuan benda kecil jagat raya memasuki angkasa bumi, bahkan ada yang sampai ke permukaan bumi.

Sewaktu bergerak di angkasa akan terjadi gesekan sehingga timbul panas. Panas tadi menyebabkan benda kecil berpijar, sehingga lapisan terluar akan menguap dan habis sebelum sampai di permukaan bumi.

Cahaya pijar itu dapat kita lihat pada malam hari, memberikan kesan seakanakan bintang jatuh atau berpindah. Benda langit seperti itu dinamakan meteor.

Kadang-kadang meteor besar tidak hancur selama perjalanannya melewati lapisan angkasa tetapi akan jatuh menimpa tanah. Batu angkasa luar ini dinamakan meteorid.

Meteorid yang kecil mempunyai ukuran sebesar batu kerikil. Akan tetapi, meteorid yang besar dapat mempunyai massa beberapa ton dan menimbulkan kawah besar apabila menimpa permukaan bumi.

Loading...