Dampak Penyimpangan Sosial Dan Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

Berikut adalah pembahasan tentang: Dampak penyimpangan sosial, faktor penyebab penyimpangan sosial, penyebab terjadinya penyimpangan sosial, broken home, kejahatan seksual, pergaulan.

Dampak Penyimpangan Sosial

Pada hakikatnya, setiap individu maupun masyarakat membutuhkan keadaan sosial yang serba teratur sehingga terjalin komunikasi, rasa aman dan damai, serta terjalinnya kerukunan sosial yang kuat.

Dengan kata lain, tak ada seorang pun yang menghendaki timbulnya kekacauan dan kesemerawutan di dalam masyarakat. Meskipun dalam kenyataannya, tak bisa dipungkiri bahwa penyimpangan sosial yang dilakukan oleh segelintir anggota masyarakat telah menodai harapan itu.

Sebut saja misalnya pengguna narkoba, PSK, miras, dan bentuk penyimpangan sosial lainnya, bukan saja akan berakibat pada dirinya sendiri, melainkan pula berdampak pada ketenteraman dan kenyamaan masyarakat pada umumnya.

Dengan ungkapan lain, akibat penyimpangan sosial ini bukan saja merugikan dirinya sendiri, tetapi juga dapat meresahkan masyarakat di sekitar lingkungannya.


Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan Sosial

Secara faktual manusia adalah makhluk sosial yang diciptakan Allah Swt yang paling sempurna. Oleh karena itu, dalam melaksanakan interaktifnya, manusia membutuhkan kehadiran orang lain.
Sejalan dengan kehadiran orang lain, manusia kemudian saling memengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Pengaruh tersebut bermula dari lingkungan keluarga, selanjutnya merebak pada  pergaulan di masyarakat.

Adapun penyebab munculnya penyimpangan sosial yang berasal dari lingkungan keluarga di antaranya sebagai berikut.

Baca juga: Bentuk-bentuk Penyimpangan Sosial Dan Contoh Penyimpangan Sosial Dalam Keluarga Dan Masyarakt

1. Ketidakharmonisan Rumah Tangga (Broken Home)

Salah satu penyebab retaknya keharmonisan rumah tangga adalah pergaulan antara lelaki dan perempuan di kantor-kantor tidak terjaga. Dengan paras yang menggoda, ruangan yang tanpa batas, serta pertemuan yang intensif setiap hari akan menciptakan hubungan teman tapi mesra (TTM).

Dampaknya, yang bersangkutan bisa selingkuh, zinah, dan penyimpangan sosial lainnya yang tidak sesuai dengan norma-norma agama. Kondisi ini, disadari atau tidak akan melemahkan keharmonisan rumah tangga, bahkan menimbulkan perceraian.

2. Kejahatan Seksual

Fenomena kejahatan seksual akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Misalnya, seorang bapak yang tega memerkosa anak tirinya hingga hamil; anak di bawah umur disodomi; dan pelecehan seks. Kejahatan seksual melahirkan rasa rendah diri pihak korban, selain dirinya menjadi frustasi dan menanggung malu sepanjang hayat.

3. Terbawa Lingkungan dan Pergaulan

Trend dan model pergaulan yang disodorkan media elektronik dewasa ini sering kali menjadi rujukan para remaja di perkotaan dan pedesaan. Mulai dari asesoris, pakaian, rambut, hingga gaya hidup. Sayangnya, peniruan yang dilakukan kaum muda itu tidak disaring dengan baik sehingga melahirkan penyimpangan sosial. Misalnya, aborsi, pergaulan bebas, penggunaan pakaian yang serba terbatas, atau terjerumus pada pemakaian obat-obat terlarang.

4. Lemahnya Kualitas Iman dan Takwa (IMTAQ)

Derasnya informasi melalui media cetak dan elektronik, bukan saja menimbulkan pengaruh positif, tetapi juga pengaruh negatif. Sebagai contoh, jam tayang sinetron televisi yang disukai para penonton, bertepatan dengan waktu shalat, sangat mengganggu kekhusyuan dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, banyak anak-anak dan remaja yang enggan berangkat mengaji karena penasaran oleh cerita sinetron.

Kondisi tersebut disadari atau tidak merupakan cikal bakal melemahnya kualitas iman dan takwa (IMTAK) yang akhirnya berdampak pada perilaku menyimpang dalam pergaulan di masyarakat.

Subscribe to receive free email updates: